Tampilkan postingan dengan label alam bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alam bebas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Juni 2010

Tips Cara Memasang Tenda

Setiap kali kita melakukan pendakian gunung atau kemping, satu yang selalu kita bawa adalah tenda. Tenda merupakan tempat yang terbaik untuk berlindung terhadap angin, hujan dan dingin. Disinilah kita beristirahat dengan sebaik-baiknya, setelah seharian penuh berjalan. Tidur di tenda yang nyaman akan mengembalikan tenaga, agar anda mampu melanjutkan pejalanan esok hari.

Dilihat dari konstruksinya, tenda dapat dibagi atas dua golongan, yaitu tenda bertiang dan tenda berangka. Tenda yang memakai tiang membuat ruangan didalamnya sempit, akan tetapi lebih sederhana dan ringan karena tak banyak memakai tongkat logam. Tenda yang menggunakan rangka, rumit pemasangannya dan menggunakan banyak tongkat logam. Konstruksi rangka memungkinkan sisi tenda kencang dan tak mudah bergoyang-goyang jika ditiup angin, sedangkan ruangan yang dibentuknya lebih luas ketimbang tenda yang memakai tiang.

Dari bentuknya, tenda secara garis besar terbagi atas tipe prisma, tipe piramid dan tipe kubah. Memang masih ada tenda-tenda yang bentuknya tampak lain, tetapi bila dilihat dengan teliti sebenarnya bentuk itu merupakan variasi saja dari salah satu tipe tersebut, atau gabungan dari beberapa tipe. Demikianlah, ada tenda yang sesungguhnya mempunyai bentuk tipe prisma, tetapi dindingnya dibuat lebih tinggi, sehingga atapnya menyempit. Ada pula tenda tipe piramid yang dindingnya demikian luas, sehingga bentuknya menyerupai kubus yang diberi atap.

Tenda tipe prisma adalah jenis yang banyak dipakai. Untuk digunung, tenda tipe ini biasanya berkapasitas dua orang, kecil dan ringan dibawa. Tenda tipe piramid biasanya berkapasitas lebih banyak, empat atau enam orang sekaligus. Atapnya tinggi, memungkinkan orang didalamnya berdiri dan memudahkan anda berganti pakaian. Bentuknya yang ramping dan tinggi, menyebabkan angin kencang yang tak gampang merubuhkannya. Tenda jenis ini amat baik untuk gunung yang sering mengalami badai, karena penghuni tenda dapat betah menunggu didalam sampai badai itu reda.

Tenda tipe kubah dibentuk dari susunan tongkat-tongkat logam lentur dan dapat melengkung. Ruangan di dalamnya luas, karena sisi-sisinya melengkung keluar. Didaerah yang berbatu dan sukar menancapkan pasak tenda tipe ini praktis sekali dipakai, karena dapat didirikan tanpa perlu memasang pasak. Tenda ini juga gampang dipindah-pindahkan tanpa perlu membongkarnya terlebih dahulu.

Tenda tipe kubah, juga tenda-tenda lain yang rangkanya dari tongkat-tongkat yang dilengkungkan, mempunyai kelemahan tersendiri. Umumnya tongkat-tongkat itu gampang pecah pada bagian sambungannya. Kalau ini terjadi, fungsinya tidak dapat diganti dengan benda lain. Ini berbeda dengan tenda yang memakai tiang. Tenda tipe ini tiangnya mudah diganti dengan batang pohon atau bambu apabila patah. Tenda yang memakai tiang biasanya tipe prisma dan piramid.

Ketiga tipe tenda di atas mempunyai kelemahan dan keuntungan masing-masing. Mana yang akan dipilih, itu tergantung selera anda. Sebab yang penting, pilihlah tenda yang tepat untuk digunung sesuai dengan prinsip-prinsip di bawah ini.

Pertama, lihatlah apakah tenda tersebut tidak lembab di dalamnya. Ini terutama pada tenda yang kecil. Kalau tenda tersebut terbuat dari bahan yang seluruhnya kedap air, artinya tenda itu bukan hanya menahan air dari luar, tetapi juga menahan air di dalam untuk tidak keluar. Ini tidak baik buat orang didalamnya, sebab setiap kali anda bernafas maka udara yang keluar tertahan didalam tenda dan secara akumulatif menjadi titik-titik air. Tenda tersebut lama kelamaan basah dan lembab sehingga tak baik untuk kesehatan.
Berbagai usaha telah dilakukan oleh pabrik-pabrik pembuat tenda untuk menutupi kekurangan-kekurangan produksinya. Salah satu diantaranya ialah membuat ventilasi berupa jendela kecil yang bisa tertutup bila perlu. Cara ini ternyata kurang baik, karena air hujan masih kerap menerobos masuk lewat ventilasi tersebut.

Cara lain ialah dengan membuat tenda dari bahan yang “bernafas”, biasanya nilon. Untuk mencegah air hujan masuk ke dalamnya, maka tenda tersebut dilengkapi lembaran gantung (Fly sheet) keda air yang menutupinya serapat mungkin. Tenda dibawah lembaran gantung ada yang seluruhnya terbuat dari nilon, tetapi ada yang cuma bagian atapnya saja, sedangkan sisi-sisinya memakai bahan kedap air.

Lembaran gantung ternyata “menangkap” angin, sehingga gampang diterbangkan. Tenda yang baik karena itu dilengkapi dengan lembaran gantung yang memakai tiang-tiang tersendiri, sehingga merupakan atap semi permanen yang kedap air dan tak gampang diterbangkan.

Usahakanlah agar lembaran gantung yang sedang dipasang bisa merentang serendah mungkin, supaya tidak mudah “diangkat” angin. Tetapi jaga lembaran gantung tersebut agar tidak menempel di atap tenda, sebab titik-titik air yang biasanya menempel dibagian dalam lembaran gantung dapat menyebabkan atap tenda basah.

Jagalah tenda baik-baik agar tidak basah. Ketika hari sedang hujan, pertama-tama rentangkan lembaran gantung lebih dahulu (dipegangi ujung-ujungnya atau diikat diranting-ranting pohon), barulah kemudian membangun tenda dibawahnya. Tenda tetap kering dan anda yang telah lelah berjalan sehari penuh bisa beristirahat didalamnya dengan nyaman.

Lembaran gantung dapat pula dipakai sebagai pelindung ketika hujan turun, sementara anda sedang makan siang misalnya. Lembaran kedap air ini juga berguna untuk menyelimuti badan ketika badai hujan menyerang secara tiba-tiba. Dalam keadaan darurat, lembaran gantung dapat digunakan untuk menutupi penderita hypotermia (menurunnya suhu badan).

Hal kedua yang harus dlihat dari sebuah tenda adalah bagian alasnya (ground sheet). Bagian ini harus dilapisi lembaran alas yang tebal dan kedap air, biasanya terbuat dari bahan campuran kanvas dan karet. Lembaran alas selain menghangatkan alas untuk tidur, juga mempermudah usaha untuk mendirikan tenda tersebut.

Tenda yang baik harus memakai jaring tipis (bahan kelambu) di pintu masuknya. Gunanya untuk mencegah agar serangga-serangga kecil, terutama nyamuk, tidak dapat masuk kedalam tenda. Selain itu, mencegah ranting-ranting atau daun-daun yang di hembus angin masuk kedalamnya.

Untuk melengkapi tenda, ada baiknya disiapkan lembaran plastik yang lebar. Lembaran plastik ini dapat digunakan sebagai tambahan lembaran alas atau untuk perluasan lembaran gantung agar memperoleh semacam ruangan beranda didepan atau disamping tenda. Lembaran plastik ini dapat berfungsi lebih, yaitu untuk menutupi barang-barang atau menadah air hujan kalau diperlukan.
Jangan memasak didalam tenda, karena bahan untuk membuat tenda umumnya sangat peka terhadap api (gampang terbakar). Jangan merokok didalam tenda, sebab selain membahayakan bagi tenda juga membuat udara didalam sesak. Sediakanlah diri anda untk kedinginan diluar sambil merokok, daripada kedinginan waktu tidur karena tenda bolong atau habis terbakar.

Cara membongkar tenda tampaknya gampang, tetapi kenyataan banyak pendaki yang berbuat kesalahan, hingga sering tenda yang telah digulung kembali kelihatan berantakan dan lipatannya lebih besar. Ini mengakibatkan tenda sukar masuk kedalam kantungnya. Berikut ini adalah cara yang praktis untuk memasang dan mambongkar tenda, sehingga dapat dilakukan oleh satu orang saja.

Untuk memasang atau mendirikan tenda, pertama-tama gelarkan tenda tersebut dengan lembaran alas yang terbentang rapi. Mantapkan kedudukan lembaran alas dengan mematok pasak-pasak ditepi-tepiannya barulah kemudian memasang konstruksi tiang atau rangka. Selesai itu, lembaran gantung secara benar dibentangkan diatasnya.

Membongkar tenda prinsipnya tidak berbeda, sebab tahapan-tahapannya merupakan kebalikan dari saat memasangnya. Demikianlah, pertama-tama bongkar lembaran gantung dan lipat dengan rapi. Bagian dalam tenda kemudian dibersihkan, demikian pula bagian-bagian lain yang kotor. Bongkarlah konstrksi tiang atau rangkanya, lalu rapikan bagian atas tenda dengan melipatnya rata diatas lembaran alas. Secara bertahap pasak-pasak dicabut lembaran alas dilipat, sambil membersihkan lapisan bagian bawah tenda tersebut.
Memasang tenda ditengah tiupan angin yang kencang sekali bukan merupakan pekerjaan yang gampang. Pasanglah tenda tersebut sedemikian rupa, sehingga angin akan meniup tenda secara memanjang. Tancapkan terlebih dahulu pasak-pasak disisi depan lembaran alas yang berhadapan denan angin. Pastikanlah bahwa pasak-pasak tersebut sudah menahan lembaran alas secara mantap, sehingga tenda tak mungkin lagi terbang ke tempat lain. Mintalah seseorang untuk memegang sisi tenda diseberang, sehingga tenda tidak berkibar-kibar dan menyulitkan pemasangan pasak-pasak berikutnya.

Setelah yakin bahwa sisi depan lembaran alas sudah tertancap kuat ditanah, barulah memasang pasak-pasak lain disisi belakang tenda diseberangnya. Menyusul kemudian pemasangan pasak-pasak berikutnya disisi selanjutnya. Setelah lembaran alas terpasang erat ditanah, kini giliran memasang tiang atau rangka-rangkanya.

Memang ideal sekali mendirikan tenda dekat dengan sumber air dan terlindung dari angin. Tetapi sayang, digunung lokasi ideal tidak gampang dicari, karena sering air berada jauh dibawah jurang dan angin bertiup dimana-mana dengan kencang. Prinsip pokok sekarang adalah mencari tempat sedatar mungkin untuk mendirikan tenda usahakanlah untuk tidak mendirikan tenda dibawah pohon besar, karena ranting atau dahan yang lapuk mudah sekali jatuh dan membahayakan orang dibawahnya. Adapun air, tentu saja harus diperhitungkan dari semula, sehingga kalau perlu membawanya dari bawah.


Sumber : Mendaki Gunung, Norman Edwin

Read More...

Sabtu, 12 September 2009

Misteri Gunung Lawu

Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.

Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi. Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit: Candi Sukuh dan Candi Cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Suharto.

Gunung Lawu sangat populer untuk kegiatan pendakian. Setiap malam 1 Sura banyak orang berziarah dengan mendaki hingga ke puncak. Karena populernya, di puncak gunung bahkan dapat dijumpai pedagang makanan. Pendakian standar dapat dimulai dari dua tempat (basecamp): Cemorokandang di Tawangmangu, Jawa Tengah, serta Cemorosewu, di Sarangan, Jawa Timur. Gerbang masuk keduanya terpisah hanya 200 m.

Pendakian dari Cemorosewu melalui dua sumber mata air: Sendang (kolam) Panguripan terletak antara Cemorosewu dan Pos 1 dan Sendang Drajat di antara Pos 4 dan Pos 5.

Pendakian melalui Cemorokandang akan melewati 5 selter dengan jalur yang relatif telah tertata dengan baik.

Pendakian melalui cemorosewu akan melewati 5 pos. Jalur melalui Cemorosewu lebih nge-track. Akan tetapi jika kita lewat jalur ini kita akan sampai puncak lebih cepat daripada lewat jalur Cemorokandang. Pendakian melalui Cemorosewu jalannya cukup tertata dengan baik. Jalannya terbuat dari batu-batuan yang sudah ditata.

Jalur dari pos 3 menuju pos 4 berupa tangga yang terbuat dari batu alam. Pos ke4 baru direnovasi,jadi untuk saat ini di pos4 tidak ada bangunan untuk berteduh. Biasanya kita tidak sadar telah sampai di pos 4.

Di dekat pos 4 ini kita bisa melihat telaga Sarangan dari kejahuan. Jalur dari pos 4 ke pos 5 sangat nyaman, tidak nge-track seperti jalur yang menuju pos 4. Di pos2 terdapat watu gedhe yang kami namai watu iris(karena seperti di iris).

Di dekat pintu masuk Cemorosewu terdapat suatu bangunan seperti masjid yang ternyata adalah makam.Untuk mendaki melalui Cemorosewu(bagi pemula) janganlah mendaki di siang hari karena medannya gag nguatin untuk pemula.

Di atas puncak Hargo Dumilah terdapat satu tugu.

Gunung Lawu menyimpan misteri pada masing-masing dari tiga puncak utamanya dan menjadi tempat yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Konon gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Keraton Yogyakarta.

Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memahami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani.


Read More...

Rabu, 09 September 2009

Argopuro : gunung seribu puncak!!

Gunung Argopuro merupakan sebuah gunung berapi mati yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Tingginya 3,088 meter.

Gunung Argopuro mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Gunung Argopuro membentuk pergunungan Iyang yang terletak di kabupaten Situbondo, kabupaten Probolinggo, Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Ketinggiannya mencapai 3088 m dari paras laut, dan terletak di antara Gunung Semeru dan Gunung Raung. Ada beberapa puncak yang dimiliki oleh gunung ini. Puncak yang terkenal bernama Puncak Rengganis/Gunung Welirang berada di wilayah Kabupaten Situbondo. Sedangkan puncak tertingginya berada pada jarak ± 200 m di arah selatan puncak Rengganis. Puncak tertinggi ini bernama Minak Jinggo/Puncak Argopuro dan ditandai dengan sebuah tugu ketinggian (triangulasi P. 833) yang merupakan bagian dari "Die Triangulation von Java" yang dilaksanakan oleh Dr. Oudemans pada 1897 dan merupakan salah satu batas Kabupaten antara Situbondo dan Probolinggo.

Read More...

Jumat, 28 Agustus 2009

Artikel Wisata : Pesona Gn. Ceremai Nan Menantang

Gunung Ceremai (seringkali secara salah kaprah dinamakan "Ciremai") secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53' 30" LS dan 108° 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut. Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet. Kini G. Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare. Nama gunung ini berasal dari kata cereme (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai, suatu gejala hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan yang menggunakan awalan 'ci-' untuk penamaan tempat. Puncak gunung Ceremai dapat dicapai melalui banyak jalur pendakian. Akan tetapi yang populer dan mudah diakses adalah melalui Desa Palutungan dan Desa Linggarjati di Kab. Kuningan, dan Desa Apuy di Kab. Majalengka. Satu lagi jalur pendakian yang jarang digunakan ialah melalui Desa Padabeunghar di perbatasan Kuningan dengan Majalengka di utara. Di kota Kuningan terdapat kelompok pecinta alam "Akar (Aktivitas Anak Rimba)" yang dapat membantu menyediakan berbagai informasi dan pemanduan mengenai pendakian Gunung Ceremai. Gunung Ceremai termasuk gunungapi Kuarter aktif, tipe A (yakni, gunungapi magmatik yang masih aktif semenjak tahun 1600), dan berbentuk strato. Gunung ini merupakan gunungapi soliter, yang dipisahkan oleh Zona Sesar Cilacap – Kuningan dari kelompok gunungapi Jawa Barat bagian timur (yakni deretan Gunung Galunggung, Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Gunung Patuha hingga Gunung Tangkuban Perahu) yang terletak pada Zona Bandung. Ceremai merupakan gunungapi generasi ketiga. Generasi pertama ialah suatu gunungapi Plistosen yang terletak di sebelah G. Ceremai, sebagai lanjutan vulkanisma Plio-Plistosen di atas batuan Tersier. Vulkanisma generasi kedua adalah Gunung Gegerhalang, yang sebelum runtuh membentuk Kaldera Gegerhalang. Dan vulkanisma generasi ketiga pada kala Holosen berupa G. Ceremai yang tumbuh di sisi utara Kaldera Gegerhalang, yang diperkirakan terjadi pada sekitar 7.000 tahun yang lalu (Situmorang 1991). Letusan G. Ceremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Letusan uap belerang serta tembusan fumarola baru di dinding kawah pusat terjadi tahun 1917 dan 1924. Pada 24 Juni 1937 – 7 Januari 1938 terjadi letusan freatik di kawah pusat dan celah radial. Sebaran abu mencapai daerah seluas 52,500 km bujursangkar (Kusumadinata, 1971). Pada tahun 1947, 1955 dan 1973 terjadi gempa tektonik yang melanda daerah baratdaya G. Ciremai, yang diduga berkaitan dengan struktur sesar berarah tenggara – barat laut. Kejadian gempa yang merusak sejumlah bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat G. Ceremai terjadi tahun 1990 dan tahun 2001. Getarannya terasa hingga Desa Cilimus di timur G. Ceremai.

Untuk artikel lainnya, silahkan klik http://www.tendakemping.co.nr

Read More...
Saung GOA on Facebook
Berbagi di Facebook Bagikan
alat gunung (11) alat kemping (11) alat kemah (9) tenda (9) cover tenda (7) pendakian (7) tenda dome (6) camping (5) alam bebas (4) jawa tengah (4) jawa timur (4) liburan (4) pegunungan (4) pemakaian tenda kemping untuk perlengkapan kemah sangat dibutuhkan. Lokasi perkemahan harus di survey terlebih dulu (4) semeru (4) sukabumi (4) tenda kemping (4) tenda pramuka (4) wisata alam (4) artikel wisata (3) camping ground (3) camping rent (3) cidahu (3) dome tent (3) gunung (3) outbound (3) outdoor (3) rental tenda kemping (3) tenda kemah (3) allat kemah (2) bromo (2) goa (2) harga sewa (2) jelajah indonesia (2) jip (2) mahameru (2) padang pasir (2) papua (2) pecinta alam (2) pemandu (2) perahu karet (2) peralatan (2) perjalanan wisata menarik di pulau sumatera. (2) puncak (2) saung (2) taman nasional gede pangrango (2) tenda camping (2) tips memilih tenda untuk kegiatan outdoor seperti kemping (2) wisata (2) Departemen kehutanan (1) Hari Raya Idul Fitri (1) Kabut (1) Kegiatan Flying Camp (1) Lebaran (1) TNGP (1) Tasikmalaya (1) abri (1) air (1) aktifitas (1) anak - anak (1) argopuro (1) badai (1) badak (1) bahari (1) baitul maal (1) banyumas (1) bencana (1) besi (1) bogor (1) brosur (1) budaya (1) cagar alam (1) cartenz (1) ceria (1) cibodas (1) cibubur (1) ciliwung (1) colt (1) danau (1) di Gn. Salak I (1) england (1) family camp (1) family camp sedang booming (1) fasilitas dan keamanan. (1) flysheet (1) galvanis (1) gempa (1) guide (1) gunung lawu (1) gunung salak (1) gunung wayang (1) halimun (1) harta benda (1) iklan (1) indah (1) jalan jalan (1) jambore (1) jarak (1) jeep (1) jual land rover (1) jual landy (1) jurang (1) kalimantan (1) kapasitas (1) kawah ratu (1) keberanian (1) kemah (1) kemping (1) kemping rent (1) kendataan roda empat (1) kerinci (1) kerrill (1) kinabalu (1) korban (1) land rover (1) landy (1) lapangan (1) laut (1) mei (1) menyewakan (1) mobil (1) mudik (1) mulai akses masuk (1) naik gunung (1) nature (1) nirmala (1) obat - obatan (1) orang - orang (1) outing (1) padang (1) panitia (1) panjat dinding (1) pantai (1) pasir (1) pelatihan (1) pengungsi (1) perhutani (1) perkebunan teh (1) perkemahan (1) perlengkapan (1) permainan perang (1) petualang (1) petualangan (1) pleton (1) ponco (1) pondok halimun (1) populer (1) pramuka (1) property (1) puncak gunung (1) ragunan (1) ransel (1) rental (1) rimba (1) rinjani (1) rubber boat (1) rumah (1) salju (1) sekolah (1) senter (1) sewa (1) simulasi tempur (1) siswa (1) situ (1) srikandi (1) strategi perang (1) sulawesi (1) tarif jasa pemandu (1) team work (1) tenda pleton. tenda pramuka (1) tentara (1) ujung kulon (1) upacara adat (1) wanadri (1)